Pria Sejati

Pria sejati bukan dia yang punya banyak wanita dalam hidupnya,
Tapi dia yg mampu menolak banyak wanita hanya demi seorg wanita yg di cintainya
Setiap orang bisa mengatakan “Aku cinta kamu” tapi tidak semua bersungguh-sungguh
Percayalah saat kamu merasakannya, bukan saat kamu mendengarnya
Jangan pernah mengambil keputusan saat kamu sedang marah,
terkadang keputusan yang Kamu ambil itu adalah salah
Harta paling berharga yang pernah datang kepada seorang pria adalah “hati seorang wanita”

Karena Kita disini bukan untuk saling bersaing, tetapi untuk saling melengkapi.

By:

Oktavianus Tanggu,S.Pd,M.Hum

Natal

Natal adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember.

Tentang LMND

Tentang LMND

LMND ADALAH PERSATUAN

¬†¬†¬†¬†¬†¬† ‚Äú‚ĶMenyusul tertangkapnya ‚Äėhadiah terbesar‚Äô (istilah pemerintah AS untuk Indonesia setelah Bung Karno jatuh dan digantikan oleh Soeharto),‚ÄĚdemikian hasil penelitian Dr. Brad Sampson, saat meraih PhD dari Northwestern University AS. Sebagaimana yang dikutip oleh Jhon Pilger dalam buku dan film dokumenternya¬†‚ÄúThe New Rules of the World‚ÄĚ,¬†hal tersebut menandai proses penjajahan gaya baru dalam perundang-undangan dan kebijakan terhadap bangsa Indonesia oleh VOC ‚Äúberbaju baru‚ÄĚ atau Neoliberalisme.

image

image

Kondisi ini bermula pada November 1967, ketika para ekonom Orde Baru yang dikenal dengan sebutan The Barkeley Mafia, dipimpin oleh Prof. Widjojo Nitisastro, menghadiri konferensi istimewa bersama para pengusaha dan kapitalis paling berkuasa di dunia seperti David Rockefeller di Jenewa, Swiss, dengan disponsori The Time-Life Corporation. Melalui Konferensi tersebut, kekayaan alam Indonesia dibagi-bagikan kepada perusahaan-perusahaan minyak dan bank asing, General Motors, Imperial Chemical Industries, British Leyland, British American Tobacco, American Express, Siemens, Goodyear, The International Paper Corporation, US Steel. Sebagai tindak lanjut, Orde Baru mengeluarkan UU Nomor 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing.

Sejalan dengan proses stabilisasi ekonomi yang ramah dan baik hati terhadap ‚Äúperampokan sumber daya‚ÄĚ alam Indonesia, stabilisasi politik dengan mengedepankan pendekatan keamanan melalui represifitas menjadi metode utama Orde Baru dalam menghadapi protes dan kritik yang muncul dari rakyat.

Gerakan mahasiswa, setelah memperoleh pengalaman perjuangan dari pendahulunya yang melakukan perlawanan terhadap kebijakan Soeharto dengan kekuatan kampus, mengalami kemunduran paska diberlakukannya kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus dan Badan Koordinasi Kampus (NKK/BKK) pada tahun 1978 (membubarkan dan melarang keberadaan alat perjuangan mahasiswa intra kampus yaitu Dewan Mahasiswa); secara perlahan namun pasti Gerakan Mahasiswa akhirnya menemukan format baru dalam pergerakannya.

Sesuai gerak dialektika materi sejarah, setiap penindasan akan menciptakan bentuk perlawanannya. Dalam situasi represi dan control ketat aparat birokarsi kampus dan tentara (berdirinya Resimen Mahasiswa/Menwa ditiap gerbang kampus) yang memagari ruang geraknya, gerakan mahasiswa tidak kehilangan akal.

Berawal dari diskusi dari kos ke kos, kemudian melahirkan kelompok-kelompok diskusi (kelompok study) di kampus-kampus. Dari kelompok-kelompok diskusi tersebut, gerakan mahasiswa mulai menggandeng kekuatan rakyat melalui dengan jalan mengirim kader-kader kelompok study ke sektor rakyat (buruh, tani dan kaum miskin kota).

Selanjutnya gerakan mahasiswa mulai membentuk komite solidaritas perjuangan dan komite-komite aksi di kampus dan kota atau membangun komite solidaritas seperti KelompokSolidaritas Korban Pembanguan Kedung Ombo(KSKPKO) atau Komite Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat Badega, dll.

Dengan metode perjuangan tersebut gerakan mahasiswa memperoleh pandangan baru bahwa karakter gerakan mahasiswa elitis dan moral force yang membayang-bayangi gerakan mahasiswa pendahulunya, dapat ditanggalkan. Sejak saat itu, gerakan mahasiswa mulai bersatu bersama rakyat yang selama ini diperjuangankan hak-hak dasarnya.

Komite aksi mahasiswa yang tumbuh berkembang dari berbagai kelompok diskusi ini, secara organisasional mengalami kemajuan melalui penyelenggaraan konsolidasi di dalam dan diluar kampus. Di Yogyakarta muncul Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (FKMY), di Surabaya muncul Forum Komunikasi Mahasiswa Surabaya (FKMS), di Manado lahir Forum Komunikasi Mahasiswa Manado (FKMM), dan organ-organ lain di Jakarta, Bandung, Solo, Semarang.

Konsolidasi antar kampus, kota kemudian berlanjut pada level nasional. Pada bulan November 1992, di Cisarua, Bogor, dibentuk organisasi mahasiswa tingkat nasional yang bernama Solidaritas Mahasiswa untuk Demokrasi di Indonesia (SMDI) atau Student solidarity for Democracy in Indonesia (SSDI). SMDI merupakan organisasi payung yang mewadahi organ-organ lokal untuk mengurangi sektarianisme dan diletakkan dalam sebuah kesatuan aksi dan kesatuan tindakan politik secara nasional. Secara politik SMDI merupakan jalan strategi kerakyatan gerakan mahasiswa dan secara organisasional dijalankan dalam sebuah aksi yang terencana di bawah kepemimpinan kawan Andi Munajat. SMDI kemudian berganti nama menjadi Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) dalam konferensi pada bulan Agustus 1994 di Jogjakarta. Dari sini, gerakan mahasiswa telah menemukan kekuatannya bersama rakyat yang turut terlibat dalam perjuangan demokrasi dan keadilan social : menumbangkan kekuasaan otoriter, korup dan antek modal internasional (SOEHARTO) pada 21 Mei 1998.

Meski rezim otoriter dan korup, Soeharto, telah berhasil dijatuhkan; sebagian gerakan mahasiswa atau komite aksi yang tumbuh berkembang sejak tahun 90-an menganggapnya hanyalah suatu kemenangan kecil. Kemenangan kecil ini harus menjadi batu loncatan bagi terbukanya sistemDemokrasi Rakyat yang mengakui daulat rakyat sehingga dapat menjadi jalan bagi perwujudan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

Mereka menyimpulkan bahwa proses transisi demokrasi pada tahun 1998 masih meninggalkan sisa-sisa kekuatan Orde Baru, belum diadilinya pelaku kejahatan HAM dan KKN Soeharto beserta kroni-kroninya. Sehingga dibutuhkan sebuah organisasi perjuangan yang mampu menjadi alat untuk menuntaskan tujuan reformasi total dari kekuatan orde baru, yaitu sebuah organisasi yang mampu menjadi alat dalam perjuangan sistematis dan terprogram secara nasional. Gerakan mahasiswa atau komite-komite aksi tersebut memandang perlu segera dibangun konsolidasi nasional dalam menghadapi medan perjuangan baru paska kejatuhan Soeharto.

Dimulai oleh konsolidasi 11 komite aksi dari sepuluh kota yang memandang bahwa perlawanan terhadap Soeharto dan Orde Baru harus diarahkan pada terwujudnya revolusi demokrasi sebagai syarat bagi pengakuan hak demokrasi rakyat, terbentuklah sebuah wadah persatuan Front Nasional untuk Reformasi Total (FNRT). Meski usia FNRT tidak berlangsung lama, namun konsolidasi persatuan tersebut dapat memberikan kesadaran baru terhadap makna sejati sebuah organisasi perjuangan yang memiliki daya dan kekuatan berkelanjutan dalam menghadapi setiap perubahan situasi paska kejatuhan Soeharto.

Atas dasar kebutuhan tersebut, beberapa komite aksi yang pernah tergabung dalam FNRT, kemudian menggalang inisiatif untuk melanjutkan konsolidasi dari komite-komite aksi tersebut pada Agustus 1998. Hasil dari konsolidasi baru ini adalah disepakatinya wadah baru yang bernama ‚ÄúAliansi Demokrasi‚ÄĚ (ALDEM). Melalui wadah baru ini, komite aksi yang tergabung dalam ALDEM berhasil menerbitkan sebuah majalah ‚ÄúALDEM‚ÄĚ dan sukses mengalang aksi nasional pada 14 September 1998 dengan tuntutan Cabut Dwi Fungsi ABRI dan Reformasi Total.

‚ÄúPatah Tumbuh Hilang Berganti‚ÄĚ, Akibat hilangnya koordinasi diantara komite aksi tersebut menjelang Sidang Istimewa pada November 1998, eksistensi ALDEM pun tak dapat dipertahankan. Namun, komite-komite aksi mahasiswa, khususnya di Jakarta, tidak mengendurkan perlawanannya dalam menghadang kembalinya sisa-sisa kekuatan Orde Baru yang mencoba kembali mengambil kesempatan pada momentum Sidang Istimewa, November 1998. Pada tanggal 12 November 1998, ratusan ribu mahasiswa dan rakyat bergerak menuju ke gedung DPR/MPR dari segala arah, Semanggi-Slipi-Kuningan. Ini merupakan demonstrasi lanjutan setelah sehari sebelumnya, 11 November 1998, demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang bergerak dari Salemba dibubarkan paksa oleh Pasukan Keamanan Swakarsa (Pamswakarsa) di komplek Tugu Proklamasi.

Pada demonstrasi tersebut, mereka menolak Sidang Istimewa untuk menentukan Pemilu berikutnya dan membahas agenda-agenda pemerintahan yang akan dilakukan. Mahasiswa dan rakyat tidak mengakui pemerintahan ini dan mereka mendesak pula untuk menyingkirkan militer dari politik (Dwi Fungsi ABRI), pembersihan pemerintahan dari orang-orang Orde Baru serta tuntutan pembentukan Pemerintahan Transisi sebagai alat untuk melakukan perubahan system yang radikal dari anasir-anasir dan sisa-sisa kekuatan Orde Baru.

Sementara itu perubahan situasi politik yang begitu cepat mengiringi terjadinya demonstrasi mahasiswa dan rakyat. Gerak situasi politik ini, bagi sebagian kelompok gerakan mahasiswa progresif, dipandang perlu untuk segera dijawab dengan strategi dan metode perjuangan yang selaras dengan kondisi objektif yang berlangsung. Sebagai upaya untuk mempertajam gagasan tentang Pemerintahan Transisi serta langkah-langkah strategis yang berkembang pada saat itu, diselenggarakanlah Rembug Nasional Mahasiswa Indonesia (RNMI) ke I di kampus Udayana, Bali, pada akhir Februari 1999, yang dihadiri sekitar 126 organisasi atau komite aksi mahasiswa.

Sukses dengan konsolidasi pertamanya, selanjutnya diselenggarakanlah RNMI ke II di Surabaya pada Mei 1999. Seiring dengan dinamisnya gerak situasi politik paska Sidang Istimewa November 1998 yang telah menetapkan penyelengaraan Pemilu dipercepat dari 2002 ke 1999, RNMI II memandang penting untuk mengambil sikap dan posisi terhadap Pemilu 1999 yang akan diselenggarakan pada Juni 1999.

Oleh karena alotnya perdebatan pada RNMI II terkait dengan respon Pemilu 1999 yang akan menjadi ajang konsolidasi Orde Baru, RNMI II akhirnya tidak dapat menghasilkan sikap bersama gerakan mahasiswa terhadap Pemilu 1999. Situasi ini kemudian mendorong Front Nasional untuk Demokrasi (FONDASI)-salah satu unsur dalam RNMI- dan terdapat 20 komite aksi didalamnya- untuk memunculkan dirinya dan menyusun langkah diselenggarakannya Kongres Mahasiswa di Bogor pada 9 ‚Äď 11 Juli 1999.

Dari 20 komite aksi mahasiswa-rakyat, 19 di antaranya sepakat untuk membentuk sebuah organisasi nasional demi terwujudnya kesatuan perjuangan gerakan secara nasional. Organisasi tersebut disepakati dengan nama Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi, disingkatLMND. Kongres I tersebut dinyatakan bahwa perjuangan LMND merupakan bagian dari perjuangan rakyat Indonesia dalam menghancurkan sistem anti demokrasi sebagai jalan untuk mewujudkan masyarakat demokratis dan berkeadilan sosial. Tujuan ini juga dinyatakan dalam ideologi organisasi yang disebutDemokrasi Kerakyatan, demokrasi yang secara ide dan kenyataan berpihak kepada mayoritas rakyat, yaitu kaum buruh, tani, dan miskin kota.

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND)¬†secara organisasi LMND merupakan wadah nasional sekaligus payung dari organ-organ lokal dan komite-komite aksi pasca Kongres Mahasiswa pertama di Bogor. Melalui kepemimpinan Pengurus Pusat Harian (PPH), LMND mulai memperluas keterlibatan organisasi lain termasuk komite aksi kampus¬† untuk bergabung dengan LMND. Sampai dengan 15 September 1999, dalam¬†‚ÄúPernyataan Sikap LMND : RAKYAT BERSATU CABUT DWI FUNGSI ABRI!‚Ä̬†yang dikeluarkan oleh Ketua Umum PPH LMND, Muhammad Sofyian, terdapat 24 organisasi atau komite aksi mahasiswa dan rakyat yang bergabung dalam payung Liga. Organisasi atau komite aksi tersebut adalah sebagai berikut :¬†SMUR Aceh, FOBER Palembang, KMPPRL Lampung, FRASIS Lampung, KOMRAD Jakarta, KB-UI Jakarta, GMIP Bandung, FMD Bandung, KPMU Sumedang, SMS Semarang, KAPRI Purwokerto, KPRP Yogyakarta, SPPR Yogyakarta, ARMY Yogyakarta, DRMS Solo, SMPR Solo, SMPTA Solo, KPRT Jember, ABRI Surabaya, KMM Malang, FM-IST Palu, Fair Total Mataram, RMS Salatiga, Gema Unika Semarang.

 

TENTANG GARIS MASSA DARIPADA LMND

Apakah garis massa daripada LMND itu?

Garis massa daripada LMND adalah suatu garis klas, yaitu garis massa klas proletar. Ini berarti, bahwa garis politik dan garis organisasi LMND itu harus selaras dengan kepentingan massa Rakyat. Jadi menjalankan garis massa daripada LMND berarti bahwa garis politik dan garis organisasi LMND harus berasal dari massa dan kembali kepada massa.

Salah satu perbedaan yang penting antara LMND dengan Organisasi-organisasi mahasiswa borjuis ialah terletak dalam hubungan masing-masing Organisasi itu dengan massa Rakyat.

Organisasi-Organisasi lain berhubungan dengan massa Rakyat untuk mempertahankan penghisapannya terhadap massa. Mereka mencari hubungan-hubungan dengan massa tidak untuk membantu memperjuangkan tuntutan massa melainkan untuk memerintah dan mencari jalan yang sebaik-baiknya guna memenuhi keinginan-keinginan menghisap klas borjuis.

Sedangkan hubungan LMND dengan massa sebagai berikut ‚ÄúLMND harus mencurahkan segenap tenaga dan pikirannya untuk mengabdi kepada Rakyat. LMND harus mengadakan hubungan-hubungan yang luas dengan massa buruh, tani dan semua Rakyat revolusioner lainnya serta terus menerus mencurahkan perhatiannya untuk memperkuat dan meluaskan hubungan-hubungan ini. Tiap anggota LMND harus mengerti, bahwa kepentingan mereka adalah sama dengan kepentingan-kepentingan Rakyat, dan bahwa tanggungjawab terhadap LMND adalah sama dengan tanggungjawab kepada Rakyat‚ÄĚ.

Garis massa daripada Organisasi tidak hanya merupakan garis politik dan organisasi bagi LMND, melainkan juga menjadi moral bagi setiap LMND. Bagi LMND, ukuran yang tertinggi untuk semua perkataannya seharusnya ialah, apakah perkataan dan perbuatannya itu sesuai atau tidak dengan kepentingan yang terbesar dari massa Rakyat, dan apakah perkataan serta perbuatannya disokong atau tidak oleh massa Rakyat yang luas.

Setiap massa dapat dibagi atas tiga elemen dilihat dari sudut aktivitasnya. Sebagian yang kecil merupakan elemen maju, yang paling aktif. Sebagian lagi merupakan elemen tengah, yang berdiri di antara aktif dan pasif, sedang bagian yang terbesar terdiri dari elemen yang pasif. Jika dalam suatu persoalan yang dihadapi oleh massa itu, elemen yang pertama saja, atau elemen pertama dan yang kedua saja yang bergerak, itu berarti bahwa bagian terbesar daripada massa belum bergerak, dan tidak akan banyak hasilnya. Oleh sebab itu harus diusahakan supaya massa yang paling belakang itu, yaitu yang merupakan bagian yang terbesar turut bergerak. Jadi melaksanakan garis massa berarti, membantu elemen-elemen yang maju supaya bisa berangsur-angsur melahirkan pemimpin-pemimpin, mendorong elemen tengah hingga menjadi maju, dan selanjutnya mempertinggi kesadaran elemen ketiga atau yang terbelakang hingga melepaskan pasivitasnya dan turut bergerak.

 

Liga Merupakan Organisasi Yang Mengharuskan Aktif untuk Perluas, Perbesar & Perhebat, Dengan Belajar, Mengorganisir, Bersatu & Berjuang

Harus dipahami oleh seluruh jajaran Anggota LMND khususnya, Pemuda dan Mahasiswa pada umumnya, bahwa Perluas, Perbesar dan Perhebat perjuangan massa hanya bisa dicapai ketika massa pemuda dan mahasiswa belajar, mengorganisir, bersatu dan berjuang. Karenanya, Organisasi-organisasi massa pemuda dan mahasiswa khususnya Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), harus menyadari betul bahwa pekerjaan-pekerjaan belajar, mengorganisir, bersatu dan berjuang adalah hal pokok dalam setiap  aktifitas yang dilakukan.

 

Belajar bersama massa atas persoalan-persoalan konkret yang dihadapi hingga pada tingkat pemahaman lebih kompleks akan akar persoalan penindasan‚ÄĒimperialisme, feodalisme dan kapitalisme birokrat. Hal tersebut kemudian hanya bisa dijawab ketika kerja-kerja LMND dalam bidang pendidikan dan propaganda terus dilakukan secara Intensif, Massif dan, berkelanjutan, baik secara solid maupun luas ditengah-tengah massa. Merendahkan hati belajar dari massa Rakyat, mengkristalisasi pengetahuan serta pengalaman Rakyat dan mengubahnya menjadi pe¬≠ngetahuan yang teratur (sistematik) menurut tingkatan yang lebih tinggi barulah mereka akan bisa mengambil langkah-¬≠langkah yang tentu untuk mengembangkan ke¬≠sedaran Rakyat dan memberikan bimbingan pada aktivitas-aktivitas Rakyat. Supaya LMND dapat terus belajar dari massa, LMND tidak boleh terpisah dari Rakyat. Jika anggota dan jajaran pimpinan LMND berbuat demikian (terasing dari massa), pengetahuan anggota dan jajaran LMND akan sangat terbatas dan tentu saja ¬†tidak bisa menjadi cerdas, menjadi berpengertian, berkesanggup¬≠an, atau cakap memberikan pimpinan bagi massa. Tanpa meningkatkan belajar bersama massa dan belajar dari massa, maka sulit bagi LMND sebagai organisasi massa mahasiswa untuk bisa mengorganisasikan ataupun memempersatukan dan memperjuangkan hak demokratisnya.

Dengan berlandaskan pada kesadaran bahwa hanya kekuatan massa yang bisa melakukan perubahan, maka pekerjaan Mengorganisasikan massa adalah langkah untuk bisa menghimpun kekuatan massa seluas mungkin. Disinilah peran LMND sebagai alat perjuangan massa untuk mencapai cita-cita perjuangan bersama massa. Hanya massa yang terorganisir dengan baik, dipandu oleh garis politik yang tepat dan di bawah kepemimpinan LMND beserta ketepatanya yang akan bisa melakukan perubahan. Pengorganisasian massa dengan bertopang pada propaganda sekaligus pengorganisasian solid adalah kunci utama dalam mengorganisasikan massa. Menekankan pembangunan basis pokok mahasiswa (Kampus) dengan memadukan kerja propaganda dan pendidikan solid dan luas, pembentukan grup-grup pengorganisasian solid di tingkat kampus menjadi tugas-tugas mendesak untuk membesarkan gerakan massa mahasiswa. Anggota dan jajaran pimpinan LMND harus menaruh perhatian yang teristimewa untuk mengorganisasi elemen­-elemen rakyat khususnya massa mahasiswa untuk aktif sehingga mereka bisa turut mengambil pekerjaan dikalangan massa rakyat luas. Dengan perkataan lain, adalah untuk menghimpun massa seluas mungkin maka elemen-elemen yang aktif harus diorganisasi. Jika massa belum sadar, LMND harus tahu bagai­mana membuka pikiran mereka dan begitu juga bagaimana menantikan mereka. Jika kita tidak mau menunggu tetapi maju dengan keadaan dengan jumlah kecil dengan elemen-elemen yang ada dan aktif mengikuti dibelakang kita, maka anggota dan jajaran pimpinan LMND akan mengasingkan diri kita sendiri dari massa dan berakhir dengan kekeliruan dan kegagalan.

 

Bersatu nya anggota beserta jajaran pimpinan LMND bersama massa rakyat Indonesia sudah menjadi kebutuhan mendesak untuk memajukan perjuangan rakyat untuk menyatukan berbagai potensi dari gerakan rakyat yang terfragmentasi di berbagai organisasi, tuntutan, orientasi perjuangan yang semata-mata bersifat lokal dan sektoral. Penyatuan potensi dari seluruh kekuatan gerakan rakyat adalah tuntutan bagi perjuangan melawan dominasi imperialisme dan sisa-sisa feodal serta perebutan seluruh hak-hak demokratik rakyat. Oleh karena itu persatuan dan politik front nasional adalah kebutuhan mendesak bagi gerakan rakyat untuk dapat secara efektif melawan kekuatan kapitalis monopoli dan tuan-tuan tanah dan kakitangannya di dalam negeri yaitu kapital birokrat dengan seluruh agenda kepentingannya.
Selanjutnya,¬†Berjuang bersama¬†massa mahasiswa dan rakyat semesta setelah kesadarannya, terorganisasikan dan bersatunya dalam sebuah persatuan massa rakyat, adalah langkah untuk keluar dari segala persoalan yang dihadapi massa. Dengan memberikan contoh kenyataan perubahan nyata atas perjuangan massa, hanya dengan memberikan contoh-contoh yang demonstratif (yang njata) kepada massa, LMND bisa men¬≠dorong mereka untuk berjuang untuk memperoleh pengalaman perubahan nyata atas perjuangan bersama massa guna memperkuat pedoman-pedoman bagi LMND atas kebenaran terhadap pembelajaran, pengorganisasian dan persatuanya, Karena hanya dengan jalan berjuang bersama massa, tuntutan-tuntutan massa bisa diperjuangkan. Untuk itulah perubahan disebut ‚Äúkarya massa‚ÄĚ.

 

DEMNAS Sebagai Garis Politik Perjuangan Atas Negeri Indonesia Yang Masih Setengah Jajahan dan Setengah Feodal (SJSF)

Perjuangan rakyat saat ini adalah Perjuangan Demokratis Nasional. Yaitu perjuangan bersifat Demokratis untuk menghancurkan secara politik dan ekonomi serta budaya penindasan Feodalisme. Bersifat  Nasional untuk menghancurkan secara politik, ekonomi dan budaya dari penghisapan Imperialisme. Perjuangan demokratis nasional adalah perjuangan yang dilandasi adanya persamaan kepentingan antara klas buruh, kaum tani dengan klas burjuasi (kecil dan menengah) untuk menumbangkan feodalisme sebagai syarat untuk mendapatkan kebebasan, baik dari penindasan feodalisme maupun dari imperialisme.
Perjuangan demokrasi nasional adalah perjuangan untuk mewujudkan Masyarakat Demokrasi Rakyat. Masyarakat demokrasi rakyat adalah masyarakat memiliki watak demokrasi baru. Yaitu suatu tatanan masyarakat yang bertolak kepentingan seluruh rakyat yang anti-feodalisme dan anti imperialisme.

Dikatakan ‚Äúdemokrasi baru‚ÄĚ karena prinsip-prinsip demokrasi yang dibangun secara jelas berbeda dengan prinsip-prinsip ‚Äúdemokrasi lama‚ÄĚ, yang dimonopoli borjuasi, kental dengan kontradiksi, dan hanya menjadi alat legitimasi untuk menindas rakyat biasa. Yang dimaksud dengan demokrasi lama adalah konsekuensi dari perjuangan revolusi demokratik yang dilakukan oleh kaum tani‚ÄĒdi bawah dominasi kelas burjuasi‚ÄĒuntuk menghancurkan hubungan produksi atau kekuasaan feodalisme.

 

Rakyat harus mengintensifkan dan mengembangkan  perjuangan demokratis di perdesaan dan gerakan anti imperialisme di perkotaan. Perjuangan yang demikian harus mampu menyatukan massa rakyat  terhisap dan tertindas dalam memperjuangkan hak-hak demokratisnya. Oleh karena itu, perjuangan harus didasarkan pada pemahaman atas situasi kongkret, yakni krisis saat ini, sehingga menetapkan tuntutan,cara, dan taktik berjuang yang mampu menghimpun dan memobilisasi massa rakyat sebesar-besarnya.

 

Perjuangan ini ditujukan tercapainya perbaikan-perbaikan (reform) penghidupan massa melalui perjuangan yang terorganisasi, lalu menghimpun seluruh capaian tersebut bagi peningkatan kesadaran politik dan perjuangan lebih lanjut untuk mencapai pembebasan sejati. Pendidikan politik di seluruh organisasi massa harus digiatkan dengan memperhatikan tingkat perkembangan kesadaran agar memahami benar krisis yang dialaminya dan jalan keluar perjuangan terbaik untuk meraih pembebasan sejati secara ekonomi, politik, dan kebudayaan.

Dengan demikian, perjuangan rakyat tidak akan pernah berhenti sebagai jawaban terhadap krisis kronis yang semakin memburuk dan menyengsarakan rakyat. Rakyat harus bersatu dalam perjuangan bersama melawan tindasan, pasifikasi, pembodohan,dan penghisapan yang semakin menjadi-jadi.

 

Menggalang front persatuan luas dengan berbasis aliansi pokok klas buruh dan kaum tani , yang memiliki watak dan program anti imperialisme dan anti feodalisme. Hanya dengan demikian Front dapat membantu kaum tani dalam perjuangannya melawan kaum feodal untuk mendapatkan tanah serta klas buruh Indonesia mampu berjuang dengan hebat dalam melawan kapitalis monopoli untuk syarat-syarat perbaikan nasib. Inilah syarat untuk terciptanya front anti-feodalisme dari kaum buruh dan kaum tani, sebagai basis dari pada front persatuan nasional yang dipimpin oleh kelas buruh. Tanpa ikut sertanya kaum tani, yaitu 65% dari pada seluruh penduduk yang mayoritas hanya memiliki rata-rata 0,3 ha tanah, front persatuan nasional tidak akan mempunyai daya. Harus senantiasa menjadi pelajaran bagi kita, bahwa sebab pokok dari pada gagalnya revolusi Rakyat tahun 1945 ‚Äď 1948 adalah karena massa kaum tani yang berpuluh-puluh juga belum dibangkitkan dan ditarik ke dalam revolusi.

Penjabaran dari karakter setengah-jajahan dan setengah-feodal masyarakat Indonesia menjadi dasar obyektif bagi arti pentingnya aliansi dasar buruh dan Petani di Indonesia. Persoalan ini tidak semata-mata hanya didasarkan pada kuantitas jumlah petani dan buruh yang menjadi warga mayoritas negeri ini, namun secara kualitatif menjelaskan sistem ekonomi setengah feodal itu sendiri.

 

Dibutuhkannya aliansi dasar buruh dan tani, hal ini juga menjelaskan kekuatan kelas dan peranannya dalam perjuangan rakyat secara nasional. Kelas buruh Indonesia menjadi kekuatan pokok gerakan rakyat anti-imperialisme di perkotaan sebagaimana gerakan petani sebagai gerakan anti-feodal di pedesaan sekaligus anti-imperialisme. Berkobarnya perjuangan baik di pedesaan dan perkotaan; atau terbentuknya persatuan yang kokoh antara buruh dan petani di Indonesia tentu menjadi syarat subyektif yang pokok bagi perjuangan rakyat di Indonesia.

 

Konsistensi berpikir ini juga menyangkut solusi ganda dalam strategi perubahan masyarakat Indonesia. Solusi ganda yang paling bisa menjawab akar masalah masyarakat Indonesia dewasa ini adalah menuju pembangunan industrialisasi nasional yang kuat dan dijalankannya landreform sejati di Indonesia. Keduanya solusi ini persis seperti menjejakkan kedua kaki di kedalaman kenyataan untuk berproduksi dan memenuhi kemandirian atas seluruh kebutuhan domestik rakyat Indonesia. Penjabarannya adalah landreform sejati sebagai fondasi ekonomi yang akan menjamin kedaulatan pangan dan kemajuan masyarakat desa dari situasi kemiskinannya; sedangkan industri nasional yang kuat sebagai roda penggerak kemajuan bangsa sekaligus kemandirian produktifitas nasional yang tidak bergantung lagi kepada bangsa asing (imperialisme). Tanpa salah satu dari keduanya adalah pincang. Dan tanpa kedua-duanya adalah malapetaka bagi rakyat dan bangsa Indonesia, Atas dasar itu, rakyat pasti menang dan meraih demokrasi sejati secara ekonomi, politik, dan kebudayaan.

Cinta

CintaMu adalah HidupKu
Kasih sayangMu adalah MotivasiKu
Kau tercipta Hanya untukKu
Kau dilahirkan untuk menjadi tulang RusukKu

Ketika Kumelihat telapak KakiMu, disitu pula Kumelihat surga buat Anak-anakKu

Harapan terbaik buatKu adalah membahagiakaMu
Kalimat termanis UktukMu adalah Miss You

Kamu sangat berarti dalam hidupKu
Kamu adalah semangat hidupKu

Singaraja, mei 2018

LMND

Mahasiswa adalah instrumen penting dalam proses pendewasaan bernegara, oleh karena itu mahasiswa harus/wajib menjembatani suara rakyat untuk sampai pada pemerintah.

Hal hal yang menunjang semua itu adalah kesadaran sosial dan sikap intelektual (kepekaan serta kesadaran tentang kehidupan masyarakat, mengerti keadaan yang berkenaan, perlu diadakan komunikasi).

Hari ini hal-hal yang menyangkut fungsi mahasiswa telah dihilangkan secara perlahan-lahan/sengaja? lewat program kerja kampus (otonomi kampus), di mana mahasiswa telah diikat dengan sistem kegiatan akademis yang bobrok yang membuat mahasiswa mulai tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam dirinya, oleh karena itu sebagai masyarakat yang memiliki daya intelektual yang tinggi dan sebagai bangsa yang tidak lagi bodoh harusnya kita telah bisa menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dan acuan untuk memainkan peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Apa yang menyebabkan sehingga ¬†sikap mahasiswa cenderung ke arah pragmatis? Menguatnya skema ‚Äúkapitalisasi pendidikan‚ÄĚ lewat unsur-unsur atau instrumen kebijakan kampus yang sangat ‚Äúliberalistic‚ÄĚ, yang termanifestasi melalui ¬†Undang Undang (UU) Tentang Pendidikan Tinggi pada tahun 2012, pasal 64, dan 65 yang mengatur otonomi perguruan tinggi ¬†yang akhirnya mengarahkan mahasiswa ke arah ‚Äúpragmatis atau mencari keuntungan semata. Jelas ini merupakan sebab yang paling pokok yang mengarahkan mahasiswa menjadi lebih bersikap ‚Äúpragmatis‚ÄĚ secara akademis maupun secara sosial. Pasalnya, UU ini merupakan peraturan yang tidak lagi mengamalkan falsafah pendidikan Indonesia itu sendiri. Karena tujuan pokoknya yang justru mengarahkan pendidikan untuk bermuara ke arah kebutuhan bidang usaha kerja. Bukan lagi bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana dikehendaki oleh Undang Undang Dasar (UUD) 1945 dan juga UU 2003 yang berlaku sebelumnya, yang sayangnya tidak lagi berlaku sehubungan dengan hadirnya UU ‚Äúcacat‚ÄĚ tahun 2012 ini.

image

image

Bei Delo ata (Beijallo)

Bei Delo (Beijallo)

Adalah sebuah Suku (Kabissu) terkhusus orang wewewa.

Tepatnya di kecamatan Wewewa Timur- Kab. Sumba Barat Daya (SBD).

Suku Bei Delo (Beijallo) merupakan suku yang diturunkan dari nenek Moyang kami.

Suku Beijallo terdiri dari beberapa bagian:

  • Beijallo Wini Moto Rei
  • Beijallo Wini Lagara
  • Beijallo Watu Pala

Dan masi ada lagi beberapa bagian yang belum tercamtum disini.

KeluargaKu termasuk beijallo Wini Moto Rei.

KeluargaKu termasuk keluarga yang rukun dan gotong royong.

Kami tidak terlepas dari tradisi, yaitu pesta adat.

Dalam acara tersebut, kami rayakan di Rumah Besar (Wanno Kalada atau Umma Kalada).

Bersambung….

Takdir

Takdir

Takdir dapat meruba segalanya

Ketika saya ingin memilikinya

Ada masalah sepeleh yang menghalangiKu

Masalah selalu muncul dan sering menghantui kami

Tapi apalah daya itu hanya cerita.

Cerita terpampang disemua kisa

Kini kisa yang meninggalkan kenangan

Kisa nyata dalam hidup ini hanyalah semua kenangan pahit

Pahit yang kurasakan tidak sepahit daun pepaya atau sepahit buah pare

Tapi pahit yang kurasakan sepahit racun melumuri tubuhku.

Cinta…

Terkadang cinta mengalihkan pikiranku untuk melangkah lebih jauh

Cinta bagaikan racun atau penyakit yang tidak memiliki obat penawar.

Oleh: Oktavianus Tanggu,S.Pd

Memilih

Memilih adalah hal yang pantas kita lakukan

Memilih diantara semua pilihan tidaklah muda

Sehingga tak sadarkan diri tuk melangkah yang tak pasti

Cuma berharap pada Tuhan

Biarlah suarah hati ini menuntun pada semua pilihan yang terbaik untukKu

Andai saja saat itu Kau tak singga dalam imajinasiku

Mungkin saat ini Ku tak dilema

Oleh: Oktavianus Tanggu,S.Pd

Bali, April 2018

MEMBISU

Kumenatap WajaMu

Ada beribu kisah yang tersimpan dalam benakKu

Kumemandang TubuhMu

Ada beribu kata yang tak bisa terungkapkan olehKu

Kini telah sirna oleh DuniaMu yang suda terhuni oleh orang lain

Kini Kumembisu seakan-akan tak bisa berbicara

BisuKu adalah UlahMu

PasifKu adalah kelakuanMu

Bibir ini ingin menyampaikan sesuatu, apalah daya suda terbius oleh DuniaMu

Oleh: Oktavianus Tanggu,S.Pd

KUTEMUKAN KEMBALI¬† BENDERA MERAH PUTIH

KUTEMUKAN KEMBALI BENDERA MERAH PUTIH

Foto Ahma Lmnd.

Bendera merah putih adalah lambang dari negara indonesia, dan sangat dihormati oleh bangsa indonesia. Bahkan untuk mengibarkan sangsaka merah putih ini banyak jiwa yang telah terkoban, banyak istri yang menjadi janda dan anak menjadi yatim piatu. Peperangan terjadi di mana-mana hanya untuk satu tujuan mengibarkan sangsaka merah-putih sehelai kain yang tersimpan beribu makna di baliknya.

Setelah bertahun-tahun merdeka indonesia kini dapat dengan mudah mengibarkan benderanya. Hari yang paling aku tunggu adalah hari dimana seluruh rakyat indonesia berdiri bersama menghormati sangsaka merah putih dan mendendangkan lagu indonesia raya.
Di setiap tanggal 17 agustus aku selalu bersorak ria dan aku merasakan identitasku kembali menyatu denganku.

Tapi aku merasakan benderaku telah hilang sejak aku duduk di bangku SMA, aku tak lagi menemukan benderaku bahkan di tiang tempat sangsaka merah putih berkibar kini tampak sepi dan semakin hari semakin ditinggalkan.

Aku ingin sekali menghormati benderaku dan menyanyikan lagu indonesia raya sebagai bukti kalau aku menghargai para pejuang terdahulu dalam merebut kemerdekaan bagi bangsa indonesia. Entah apa sebabnya sekolahku kini tak lagi mengadakan upacara bendera yang biasa dilakukan pada senin pagi, aku merasakan perubahan demi perubahan menguasai diriku aku kehilangan identitasku, kehilangan bangsaku, kehilangan negaraku. Kadang aku bertanya pada guruku kenapa mereka tidak lagi mengadakan upacara bendera tapi tak ada satu pun yang dapat menjawabnya. Mereka acuh dan membiarkan aku sendiri yang menjawabnya.

Sampai pada akhirnya aku meninggalkan masa SMAku dan berharap di perguruan tinggi nanti aku dapat menemukan kembali benderaku dan aku dapat menyuarakan dengan lantang lagu indonesia raya, sungguh tangan ini rasanya sudah tak mampu bersabar untuk menghormati benderaku sangsaka merah-putih yang amat aku banggakan itu.

Tapi sayang seribu kali sayang keinginanku seakan dihapus ombak yang besar aku tak menemukan benderaku aku bahkan tak melihatnya berkibar, aku telah kehilangan identitasku.

Benderaku sangsaka merah putih hanya dapat kutemui pada 17 agustus setahun sekali. Aku bahkan telah kehilangan pedomanku, aku kehilangan jiwa nasionalismeku.

Setahun kemudian aku mencoba melanjut kuliah, di IKIP BUDI UTOMO MALANG dengan mengambil jurusan yang dibilang langkah oleh orang NTT, yakni Pendidikan MATEMATIKA.

Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, serta tahun demi tahun, akhirnya aku menyelesaikan kuliahKU dengan memperoleh IP 3,25.

Selama kuliah aku juga sebagai individu yang aktif dalam sebuah organisasi. Karena bagiku adalah organisasi merupakan suatu tempat di mana orang-orang berkumpul, bekerja sama secara rasional, sistematis, terkendali, dan memanfaatkan sumber daya (dana, material, lingkungan, metode, sarana, prasarana, data) yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan bersama.

Nama Organisasiku adalah LMND ( Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi ). Sampai sekarang Aku masi anggota LMND.

Bagiku LMND adalah organisasi mahasiswa progresif yang didirikan bersamaan dengan gelombang perjuangan menggulingkan rejim Orde Baru hingga pada tuntutan penuntasan agenda reformasi; penghancuran sisa-sisa kekuatan Orde Baru, demokratisasi dalam segala aspek politik, ekonomi dan budaya, serta pembentukan Pemerintahan Rakyat.

Akhirnya……

Ketika aku terjun dalam organisasi ini, aku temukan jati diriKU. Bahwa Aku punya identitas dengan julukan seorang AKTIVIS yang ingin membangunkan persatuan Indonesia.

Disinilah Aku temukan bendera Merah Putih, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya

Indonesia tanah airku

Tanah tumpah darahku

Disanalah aku berdiri

Jadi pandu ibuku

Indonesia kebangsaanku

Bangsa dan Tanah Airku

Marilah kita berseru

Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku

Hiduplah negriku

Bangsaku Rakyatku semuanya

Bangunlah jiwanya

Bangunlah badannya

Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya

Merdeka Merdeka

Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya

Merdeka Merdeka

Hiduplah Indonesia Raya
Indonesia Raya

Merdeka Merdeka

Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya

Merdeka Merdeka

Hiduplah Indonesia Raya….

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi

fb_img_150980576967160351038603868.jpg

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi ‚Äď National Student League For Democracy(LMND), merupakan organisasi mahasiswa progresif yang didirikan bersamaan dengan gelombang perjuangan menggulingkan rejim Orde Baru hingga pada tuntutan penuntasan agenda reformasi; penghancuran sisa-sisa kekuatan Orde Baru, demokratisasi dalam segala aspek politik, ekonomi dan budaya, serta embentukan Pemerintahan Rakyat.

Pada pertengahan tahun 1998 dibentuk Front Nasional untuk Reformasi Total (FNRT), akan tetapi, FNRT tidak sanggup mengkonsolidasi kesatuan gerakan mahasiswa dan menyebabkan front ini bubar. Setelah itu, beberapa komite aksi yang pernah mengambil inisiatif pendirian FNRT membentuk aliansi baru, yaitu Aliansi Demokrasi (ALDEM) pada Agustus 1998. ALDEM berhasil menerbitkan sebuah majalah ‚ÄúALDEM‚ÄĚ satu kali dan sukses menggalang aksi nasional pada tanggal 14 September 1998 dengan isu Cabut Dwifungsi ABRI. Upaya berikutnya adalah pembentukan Front Nasional untuk Demokrasi (FONDASI) pada pertengahan Februari 1999.

Kebuntuan konsolidasi Rembuk Mahasiswa Nasional Indonesia II (RMNI II) di Surabaya, terutama mengenai respon terhadap pemilu 1999, mendorong FONDASI melakukan konsolidasi lanjutan pada tanggal 9-12 Juli 1999 di Bogor. Konsolidasi yang diikuti sekitar 20 komite aksi mahasiswa dari berbagai kota bersepakat mendirikan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). Sejak berdiri, LMND bersama komite aksi yang dipayunginya aktif dalam perjuangan menuntaskan Reformasi; Menolak SI MPR, Pengadilan terhadap Soeharto, hingga penolakan terhadap RUU PKB.

Pada tahun 2001, sebuah pertikaian di DPR melahirkan kompromi politik dengan naiknya Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai presiden dan Megawati sebagai wakil presidennya. Gusdur merupakan seorang demokrat-reformis yang bersikap gradual, terutama dalam bersikap terhadap manuver-manuver politik yang dilakukan sisa-sisa kekuatan Orde Baru, maupun Poros Tengah yang dirancang oleh sayap oportunis di parlemen (PAN, Partai Keadilan, PBB, PPP, dll).

Beberapa kali Gus Dur hendak memperlihatkan sikapnya membersihkan sisa-sisa Orde Baru, dengan mengadili Soeharto, merespon tuntutan pembubaran Golkar, serta menghapuskan dwi-fungsi ABRI. Langkah ini mendapat perlawanan dari kelompok reaksioner; sisa-sisa Orde Baru dan Poros Tengah yang oportunis. Pada saat Gus Dur bergerak menghadapi sisa-sisa Orde Baru dan berupaya mendemokratiskan kehidupan politik mendapat tantangan dari koalisi besar sisa-sisa Orde Baru dan Poros Tengah, maka LMND bersama beberapa kelompok radikal dari gerakan mahasiswa, buruh, dan petani berada di garis depan pendukung Gus Dur. Akan tetapi, sikap gradual Gus Dur menyebabkan ia tidak dapat mengendalikan situasi, dan akhirnya tergulingkan. Reformasi akhirnya dipukul mundur, dan kekuatan lama (sisa-sisa orde baru) merestorasi diri. Megawati-Hamzah Haz naik menggantikan Gus Dur.

Selain mengakomodir kekuatan lama (Orde Baru dan Tentara) dan restrukturisasi kekuasaan barunya, Megawati juga melanjutkan negosiasi dengan IMF dan WTO, terutama untuk implementasi resep-resep neoliberal di Indonesia. Berbagai struktur LMND bergerak di berbagai kota menentang kenaikan harga BBM, privatisasi, dan kebijakan liberalisasi impor perdagangan. akibatnya, aktifis LMND di berbagai kota banyak yang ditangkap, kantor-kantor LMND diserbu oleh milisi dan preman, dan aksi-aksi massa kami dibubarkan.Perlawanan yang dilakukan LMND bersama sektor-sektor sosial lainnya menyebabkan rejim Mega-Haz kehilangan kredibilitasnya di hadapan rakyat. Akan tetapi, mereka masih dapat bertahan dan menyelenggarakan pemilu 2004.

Di tengah sengit perlawanannya terhadap Rezim yang ada, dengan pertimbangan ekonomi-politik yang tajam, pada tahun 2003, LMND berani mengambil tindakan politik yang berbeda dari kegamangan umum Gerakan Mahasiswa (yang masih disekap jargon Moral Force maupun Social Movement) saat itu, yaitu: bertemu dan berdiskusi dengan gerakan lintas sektoral (tani, buruh, kaum miskin kota) yang progresif lain, sampai menghasilkan keputusan politik untuk bersama-sama saling membahu, membentuk sebuah partai politik elektoral ber-platform kerakyatan untuk merespon Pemilu Parlemen 2004. Nama persatuan mereka saat itu adalah Partai Oposisi Rakyat (POPOR). Meski gagal akibat sempitnya waktu untuk memenuhi verifikasi pemilu (hanya sekitar 3 bulan), tindakan tersebut telah LMND anggap tepat sebagai sebuah taktik politik ‚Äėtermungkin‚Äô pada saat itu.

Gagal mengintervensi pemilu 2004, tidak menurunkan peran aktif LMND dalam menghalau kemunculan kekuatan lama, terutama Tentara, dalam proses pemilu 2004. LMND aktif melakukan aksi menentang militerisme dan berkampanye kepada rakyat agar tidak memilih capres militer. kendati demikian, kampanye populis yang dirancang Susilo Bambang Yudhoyono dan Yusuf Kalla (SBY-JK) mengantarkan mereka memenangkan pemilu. LMND menilai, SBY-JK berhasil memenangkan pemilu karena dukungan dari kekuatan asing, terutama negara-negara imperialis dan korporasinya.

Hal tersebut memang terbukti benar; baru saja SBY-JK memulai pemerintahannya, ia sudah memutuskan menaikkan harga BBM. Gelombang protes dan perlawanan kembali muncul, dan LMND bersama organisasi-organisasi mahasiswa lain, serta sektor-sektor organisasi rakyat, bekerjasama membangun komite/aliansi-aliansi bersama. Lahirlah Barisan Oposisi Bersatu (BOB), yang berjangkauan multi sektor dan cukup pluralistik. SBY-JK berkali-kali menaikkan harga BBM, disamping getol menjual BUMN (privatisasi) kepada pihak asing, dan menyerahkan penguasaan mayoritas sumber daya alam kepada cengkeraman imperialisme.

Pada tahun 2006, LMND bersama beberapa sektor sosial dan organisasi radikal membuka perdebatan untuk merumuskan strategi-taktik menghadapi pemilu 2009. Akhirnya, LMND menjadi salah satu inisiator pendirian Komite Persiapan Partai Elektoral, yakni KP-Papernas. Januari 2007, akhirnya partai elektoral baru berdiri, yaitu Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas). Terhadap penjajahan asing (imperialisme) yang begitu nyata dalam penguasaan kekayaan alam Indonesia, terutama sektor pertambangan. Sejak ratusan tahun, kekayaan tambang indonesia (migas, batubara, mineral, dll) dijarah oleh asing, melalui korporasi-korporasi raksasa mereka yang beroperasi di Indonesia.

Segelintir elit yang berdiri dibalik kepentingan korporasi asing tersebut, menikmati dan mendapatkan jatah dari hasil tambang ini sekaligus merupakan jaminan untuk mereka tetap berkuasa. Menghadapi ini, LMND memperjuangkan nasionalisasi terhadap seluruh perusahaan tambang asing yang beroperasi di Indonesia. Berkali-kali LMND melakukan aksi massa ke kantor-kantor korporasi asing tersebut, diantaranya Exxon (Jakarta), Inco (Makassar), Newmont (NTB), Chevron (Riau). Aksi serupa juga digelar di kota-kota lain dengan tema yang sama; nasionalisasi perusahaan tambang asing.

Sebagai salah satu organisasi progresif di mahasiswa, LMND memposisikan diri anti kapitalisme dan memperjuangkan pergantian tatanan kapitalisme yang serakah ini, dengan sebuah tatanan yang lebih demokratis, lebih humanis, dan ekologis. Hal ini menjadi nafas dalam azas perjuangan LMND, yakni Pancasila.